Madiun, 19 Juni 2025 – Dalam menyambut datangnya bulan Muharram 1447 H, Pemerintah Kota Madiun menggelar rapat koordinasi bersama jajaran TNI-POLRI dan unsur masyarakat guna memastikan perayaan Suro berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Madiun, Danposramil Manguharjo, dan Kapolsek Manguharjo menyampaikan komitmen bersama untuk mengawal kegiatan Suro/Muharram tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun keresahan sosial.
Menurut Bapak Wali Kota Madiun, kedamaian tidak dapat dicapai hanya melalui kehadiran aparat keamanan. “Damai akan tercipta apabila seluruh lapisan masyarakat turut memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban lingkungan,” ujarnya.
Menanggapi potensi gangguan selama kegiatan peringatan 1 Muharram atau Suro Agung, Kapolsek Manguharjo menegaskan bahwa POLRI tidak melarang adanya perayaan, namun mengimbau masyarakat untuk tetap menjunjung prinsip kehati-hatian. “Kami tetap berharap zero kejadian. Untuk itu, atribut perguruan, termasuk baju sakral, dilarang digunakan di jalanan dari berangkat hingga selesai acara,” tegasnya.
Danposramil Manguharjo menambahkan bahwa sinergi antar Tiga Pilar Kelurahan (Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman. TNI dan POLRI akan mendirikan pos pengamanan di titik-titik strategis yang rawan keramaian dan kebisingan. Personel akan bersiaga sebelum hingga setelah acara berlangsung untuk memastikan kelancaran kegiatan.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan keprihatinan terhadap kondisi sosial budaya masyarakat saat ini. Sepuluh indikator kerusakan moral menurut Thomas Lickona menjadi perhatian serius, seperti kekerasan remaja, penggunaan bahasa yang kasar, penyalahgunaan narkoba, lunturnya pedoman moral, serta rendahnya rasa hormat terhadap orang tua dan guru.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Madiun akan memberdayakan para pendekar dari berbagai perguruan silat, terutama mereka yang secara ekonomi kurang beruntung. Mereka akan dilibatkan dalam kegiatan produktif, seperti pengelolaan kebersihan dan penjagaan kawasan wisata, guna mengalihkan mereka dari potensi fanatisme sempit dan konflik antarperguruan.
“Tujuan akhirnya adalah terwujudnya Madiun Maju dan Mendunia yang bukan sekadar slogan, tetapi nyata dirasakan melalui kekompakan, kedewasaan, dan partisipasi seluruh warga,” pungkas Bapak Wali Kota.








